Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) masih menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, khususnya pada bayi dan anak. Beberapa penyakit seperti campak, difteri, polio, pertusis, hepatitis B, dan lainnya dapat dicegah melalui imunisasi lengkap sesuai jadwal. Selain melindungi individu, imunisasi juga membantu mencegah terjadinya penularan di lingkungan sekitar.

Pada tahun 2026, wilayah kerja Puskesmas mencatat adanya 1 kasus suspek difteri dengan hasil pemeriksaan laboratorium negatif. Selain itu, terdapat 3 kasus suspek campak, dengan 1 hasil laboratorium negatif dan 2 kasus masih dalam proses pemeriksaan. Di samping itu, ditemukan 1 kasus campak terkonfirmasi positif pada balita. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit menular masih berpotensi muncul di masyarakat sehingga kewaspadaan bersama tetap diperlukan.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam kemerahan pada tubuh. Sementara difteri ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, dan munculnya selaput putih keabu-abuan pada tenggorokan yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Kedua penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi lengkap dan tepat waktu.

Puskesmas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua balita dan anak usia sekolah, untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap sesuai usia. Selain itu, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam, batuk, pilek, atau keluhan tenggorokan agar dapat dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sedini mungkin.

Mari bersama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan dengan melengkapi imunisasi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular. Pencegahan sejak dini adalah langkah terbaik untuk melindungi generasi sehat masa depan.