Waspada Leptospirosis di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo I Tahun 2026
Dlingo, 2026 — Puskesmas Dlingo I mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis, terutama saat musim hujan dan pada kondisi lingkungan yang berisiko terjadi genangan air.
Berdasarkan hasil pemantauan dan surveilans kesehatan tahun 2026, tercatat terdapat 2 temuan kasus leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Dlingo I, yaitu:
1 kasus suspek leptospirosis di wilayah Kalurahan Temuwuh
1 kasus terkonfirmasi positif leptospirosis di wilayah Kalurahan Mangunan
Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, khususnya tikus. Penyakit ini sering muncul pada lingkungan yang lembap, banjir, atau sanitasi yang kurang terjaga.
Gejala leptospirosis pada tahap awal sering menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama pada betis, mata merah, mual, dan lemas. Namun jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi berat yang menyerang hati, ginjal, hingga menyebabkan komplikasi serius.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk:
✅ Menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air
✅ Mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah
✅ Menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat kontak dengan air kotor atau lumpur
✅ Segera membersihkan luka terbuka dan menutupnya rapat
✅ Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan genangan air atau lingkungan berisiko
Puskesmas Dlingo I terus melakukan pemantauan, edukasi, dan upaya pencegahan bersama lintas sektor serta masyarakat untuk menekan risiko penularan leptospirosis.
Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan segera periksa jika mengalami keluhan.
Sehat Bersama, Masa Depan Cerah
Puskesmas Dlingo I